Archive for the ‘ cerpenist ’ Category

How are you spending the holidays Nara??

hmmm…” Wah matebbb libur 1 bulannnn…hahaha”.

“Iya brooo, haha, ini ni yang aku suka dari sekolah,, liburnya”..haha

“Ahhh mudik ahhh,, kangenan ma ortu…., trus buwat rencana libuuran…”

Setelah saya menghadapi ujian semester dengan penuh semangat pantang loyo karena berusaha agar di ujian tryout bisa langsung lulus… Akhirnya dan semoga seterusnya nama saya terpampang di papan pengumuman dengan coretan hijau stabillo!!!!! yang berarti GAG USAH IKUT UJIAN, TRYOUT ANDA SUDAH MEMENUHI SYARAT KELULUSAN

Yeah, memang di kampusku remidi dianggap ujian yang sebenarnya dan saya kebetulan langsung lulus tryout..alhamdulillah

Hari- hari yang dinanti-nantikan pun tiba,,, LIBUR 1 BULAN.

Asyiiikkk!!!Mantappp!!!Dahsyattt!!!OMG!!!Asoyy!!!Yuhuuuu!!!Enak tenan, llne….

ini liburan sekolah terlama ke2 yang saya alami setelah era kepemimpinan Gus Dur..Saya pun akhirnya memutuskan untuk mudik naik bis ke kampung halaman dengan duka gembira..

Entah mengapa perasaan saya ini campur aduk tak karuan seperti ini, di satu sisi saya seneng karena setelah setengah tahun tidak bertemu ortu akhirnya ada kesempatan untuk bertemu tapi di sisi lain saya takut untuk pulang…

-==-

“Mas-mas semarang mas,” dengan kalem kernet itu berbicara kepada saya..lalu kernet-kernet yang lainpun berduyun-duyun mendatangi saya menawarkan bis-bis yang mungkin akan saya naiki..

“Yo boyo boyo yooo, cepat gag pake lama”, teriak kernet yang dari logatnya seperti orang madura..

“Bandung kumaha bandung gag pake AC”, teriak kernet yang lain..

“Jogja,, never ending asia…”, teriak kernet yang masih medok bahasa inggrisnya..

“Ayo Kursi DPR murah, kursi DPR murah.. hanya disini yang paling murahh.. Mau kursi DPR, Presiden, Menteri adaaaaa..anda akan serasa seperti pejabat negara..yooo Jakarta-jakarta…”, waahh denger-denger pejabat negara udah mulai naik bis kalau bepergian.. masih blum percaya sih sama kernet itu, bener gag yahh?? semoga bener..

Dengan semngatnya para kernet itu mengikuti setiap langkah saya, sambil menawarkan jasanya. Wah,,saya serasa kayak artis yang dicecer pertanyaan-pertanyaan dari para wartawaan. Mungkin karena saya cuma diem dan terus jalan tanpa menggubris apa yang dikatakannya, para kernet itu mulai jengkel kepada saya…

“Mas mau kemana sih mas???”, tanya salah seorang kernet yang mulai sebel karena saya plonga-plongo kayak orang yang sedang mikir besok mau makan apa..

emang pikiran saya lagi kacau..Kata-kata kernet tadi tidak saya gubris sama sekali…

“Mas-mas, kamu bisu yaa.. Kamu mau kmana sih mas??”tanya kernet kalem tadi dengan sabar..sedangkan kernet-kernet yang lain mulai meninggalkan saya tapi masih mendengarkan dan memperhatikan pembicaraan saya dengan kernet kalem tadi…

Dengan pikiran yang melayan-layang seperti orang yang dehidrasi di kutub utara, setengah sadar, setengah koma saya pun menjawab , “Saya mau ke toilet mas”.

Wooo Sontoloyoo,,kampret,,babi ngorok,,kucing garong,,kutukupreetttt….prettt…preettt…jebrottttttt..

“Ahhhh legaaaanyahh bisa ee’ “,…Alhamdulillah

Wah harus pers konference nihhhh.. Maaf ya pa kernet bukan maksud saya yang tidah mau menjawab pertanyaan bapak tapi lebih dikarenakan keadaan saya yang tidak mendukung…hihi..

-==-


Gerbong Kereta Keberuntungan

cerpen-Nara terlihat tertawa bahagia di kamarnya. Sambil merebahkan badan dan memandangi langit-langit kamar bermotif polos.

Yahh, seminggu ini Nara terlihat senang sekali. Wajahnya tampak cerah, semangat hidupnya kembali pulih setelah akhir-akhir ini dia dirundung dengan banyak masalah. Sepertinya masalah masa depannya.

Kepada langit-langit itu ia seolah-olah mulai berekspektasi, mengingat kembali apa yang tlah ia lakukan selama ini.

Teringat kembali ketika ia naik gerbong kereta ekonomi itu. Melihat orang-orang berlalu lalang ramah, menebar senyum dalam kesempitan. Ketika gerbong kereta mulai dijalankan, disinilah hal yang membuatnya dia tersenyum bahagia. Yah, para ladang pahala mulai beraksi menawarkan jasanya kepada para penumpang kereta untuk menanamkan benihnya. Salah satunya Nara.

Dengan jalan yang terpapah karena kakinya “hilang satu” ia mendatangi Nara tanpa sepatah kata apapun sambil menegadahkan tangannya kepada Nara. Nara memahami, lalu diambilnya benih pahala dari dompet sambil mengatakan, “Ini pak”. Sang Bapak tua itu pun dengan mata yang terlihat bahagia mengatakan, “Terima kasih dek, semoga Allah membalasnya, apa yang diharapkan dan dicita-citakan adek tercapai, segala urusan adek dipermudah”. “Amiiiin”, sahut Nara mengamini.

Lalu bapak tua itu pun pergi menawarkan ladang pahala lagi kepada penumpang kereta yang lain.

“alangkah indah
orang bersedekah
dekat dengan Allah
dekat dengan surga

takkan berkurang
harta yang bersedekah
akan bertambah
akan bertambah”

Nara memutar winamp di laptopnya mendengarkan lantunan nada dari Opick di kamarnya. Mungkin inilah balasan dari Allah. Walaupun hanya berjarak sebulan ia sudah menuai benih yang ia tanam. Subhanallah

to: ekspektasi Nara
and pencari nafkah gerbong kereta, tetep cari rejeki yang halal ya